Bacaan Sholat

Tata Cara Pelaksanaan Khutbah Jumat

Mihrabseni.com | Tata Cara Pelaksanaan Khutbah Jumat – Hari Jumat yaitu hari yang mulia untuk umat islam, didalamnya kita disyariatkan untuk melakukan sholat yang kita sebut dengan sholat jumat yang dibarengi dengan khutbah.

Sebelumnya kita mengulas mengenai langkah proses khutbah jum’at, alangkah lebih sebaiknya kita bakal mengulas beribadah Shalat jumat tersebut. hingga kita tahu apa yang semestinya kita lakukan setelah tiba di masjid, dihari jumat siang. 

Contents

Langkah dan Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jum’at, yakni :

  • Khatib naik ke atas mimbar sesudah tergelincirnya matahari (saat dzuhur), lalu berikan salam serta duduk.
  • Muadzin mengumandangkan adzan seperti perihal adzan dzuhur.
  • Khutbah pertama : Khatib berdiri untuk melakukan khutbah yang diawali dengan hamdalah serta pujian pada Allah SWT dan membaca shalawat pada Rasulullah SAW. Lalu menasehati pada beberapa jama’ah, mengingatkan mereka dengan nada yang lantang, mengemukakan perintah serta larangan Allah SWT serta RasulNya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan dan menakut-nakuti mereka dari berbuat keburukan, serta mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan dan ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta’ala. Lalu duduk sebentar.
  • Khutbah ke-2 : Khatib mengawali khutbahnya yang ke-2 dengan hamdalah serta pujian kepadaNya. Lalu meneruskan khutbahnya dengan proses yang sama juga dengan khutbah pertama hingga selesai.
  • Khatib lalu turun dari mimbar. Setelah itu muadzin melakukan iqamat untuk melakukan shalat. Lalu memimpin shalat berjama’ah dua rakaat dengan mengeraskan bacaan.
Khutbah Jumat

Rukun khutbah Jumat

Rukun Pertama : Hamdalah

Khutbah jumat itu harus diawali dengan hamdalah. Yakni lafaz yang memberikan pujian pada Allah SWT. Umpamanya lafaz alhamdulillah, atau innalhamda lillah, atau ahmadullah. Pendeknya, minimum ada kata alhamd serta lafaz Allah, baik di khutbah pertama atau khutbah ke-2.
” Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu”

Rukun Ke-2 : Shalawat pada Nabi SAW

Shalawat pada nabi Muhammad SAW mesti dilafadzkan dengan terang, paling tak ada kata shalawat. Umpamanya ushalli ‘ala Muhammad, atau as-shalatu ‘ala Muhammad, atau ana mushallai ala Muhammad.
Contoh bacaan :
Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.

Rukun Ketiga : Washiyat untuk Taqwa

Yang disebut dengan washiyat ini yaitu perintah atau ajakan atau saran untuk bertakwa atau takut pada Allah SWT. Umpamanya berbentuk kalimat : “takutlah kalian pada Allah”. Atau kalimat : “marilah kita bertaqwa serta jadi hamba yang taat”.
Ketiga rukun diatas mesti ada dalam ke-2 khutbah Jumat.

Rukun Ke empat : Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya

Minimum satu kalimat dari ayat Al-Quran yang memiliki kandungan arti komplit. Bukan hanya potongan yang belum komplit pengertiannya. Jadi tak disebutkan sebagai pembacaan Al-Quran apabila sebatas mengatakan lafadz : “tsumma nazhar”.
Mengenai topik ayatnya bebas saja, tak ada ketetapan mesti ayat mengenai perintah atau larangan atau hukum. Bisa juga ayat Quran mengenai cerita umat terdahulu ayat-ayat lain yang di jadikan tema bahasan.
Setelah itu berwasiat untuk sendiri serta jamaah supaya senantiasa serta tingkatkan taqwa pada Allah SWT, lantas mulai berkhutbah sesuai sama temanya. Memanggil jamaah dapat dengan panggilan ayyuhal muslimun, atau ma’asyiral muslimin rahimakumullah, atau “sidang jum’at yang dirahmati Allah”.

……. Isi Khutbah Pertama ………

Sesudah di itu tutup khutbah pertama dengan do’a untuk semua golongan muslimin serta muslimat.
Contoh bacaan :
Barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.
Lantas duduk sebentar untuk berikan peluang jamaah jum’at untuk beristighfar serta membaca shalawat dengan cara perlahan-lahan. Kemudian, khatib kembali naik mimbar untuk mengawali khutbah ke-2. Dikerjakan dengan dengan diawali bacaaan hamdallah serta diikuti dengan shalawat.
Contoh bacaan :
Innal hamdalillahi robbal’aalamiin wa asyhadu an laa ilaaha illahllaahu wa liyyash shalihiina wa asyhadu anna muhammadan khaatamul anbiyaai wal mursaliina allahumma shalli ‘alaa muhammadan wa ‘alaa aali muhammadin kamaa shollayta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid. Wa barok ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin kamaa baarokta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid. Ammaa ba’ad..
Setelah itu berisi khutbah baik berbentuk ringkasan, ataupun beberapa hal berkaitan dengan topik/isi khutbah pada khutbah pertama yang berbentuk washiyat taqwa.

……. Isi Khutbah Ke-2 ………

Rukun Ke lima : Doa untuk umat Islam di khutbah kedua

Di bagian akhir, khatib mesti mengatakan lafaz yang doa yang dasarnya memohon pada Allah kebaikan untuk umat Islam. Umpamanya kalimat : Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat. Atau kalimat Allahumma ajirna minannar.
Contoh bacaan do’a penutup :
Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa. Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.
Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.
Setelah itu khatib turun dari mimbar yang segera diikuti dengan iqamat untuk mengawali shalat jum’at. Shalat jum’at bisa dikerjakan dengan membaca surat al a’laa serta al ghasyiyyah, atau surat dapat pula surat al jum’ah, al kahfi atau yang lain.

Beberapa hal yang pantas di ketahui dalam Khutbah Jumat

Khutbah yang disyari’atkan yaitu khutbah yang umum dikerjakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di dalamnya mengandung targhib (motivasi) juga tarhib (peringatan) untuk manusia.
Nasehat yang ada didalam khutbah yaitu materi yang di sampaikan didalam khutbah tersebut, jadi bila seseorang khatib mengerjakannya, bermakna dia sudah menunaikan perbuatan yang masyru’ (disyari’atkan), cuma saja bila dia lengkapinya dengan memberikan pujian pada pada Allah, membaca shalawat pada Rasul-Nya, serta dengan membaca ayat-ayat al-Qur-an, jadi sebenarnya ia sudah lakukan yang lebih prima.
Serta ruh khutbah yaitu nasehat tersebut, baik di ambil dari al-Qur-an, hadits atau yang lain. Serta sekianlah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai khutbahnya dengan memberikan pujian pada pada Allah, membaca shalawat, dengan membaca dua kalimat syahadat, membaca satu surat komplit.
Semuanya diperuntukkan untuk memberi nasehat dengan al-Qur-an serta mengemukakan peringatan (larangan) semungkinnya dengan tak fokus pada satu surat saja.
Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu, sebenarnya beliau berkata :
“Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah, jadi ke-2 matanya memerah, suaranya keras (meninggi), kemarahan beliau mencapai puncak hingga ia seperti seseorang komandan pasukan yang berkata, ‘Musuh kalian akan tiba pada saat pagi serta sore, ’ lalu beliau berkata, ‘Amma ba’du : Sebenarnya sebaik-baik pengucapan yaitu Kitabullah, sebaik-baik panduan yaitu panduan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta sejelek-jelek masalah yaitu yang diada-adakan serta tiap-tiap perbuatan bid’ah yaitu kesesatan. ” (HR. Muslim)
Itulah Tata Cara Pelaksanaan Khutbah Jumat semoga bermanfaat, Wallahu a’lam bis-Showab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button